Bagaimana menjadi seorang pemimpin & pemimpin seperti apa yang harus di ikuti.
KARYA ILMIAH
“Entrepreneur
Leadership”
Bagaiman menjadi seorang pemimpin & Pemimpin
seperti apa yang harus di ikuti
Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Mata
Kuliah
Kewirausahaan
Dosen : Dr.
Ir. Eddy Soeryanto Si Soegoto
Disusun
Oleh :
10114140 Hanifan Musliman
Kelas : KWU - 10
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2017
Abstrak
Entrepreneur adalah pekerjaan yang mulia karena dia
bisa memberika orang lain pekerjaan, bisa membantu menghidupi keluarganya yang
bekerje kepada kita, dalam sebuah perusahaan atau organisasi, pasti ada yang
sering disebut dengan Presider utama, Manager dan Direktur, mereka adalah
pemimpin disuatu perusahaan atau bagian yang memiliki bawahan serta visi misi,
mereka memikul tanggun jawab dan dituntut setiap harinya untuk selalu
berinovasi, kreatif dan bisa membawa perusahan/organisasi yang dipimpinnya
menjadi lebih baik setiap harinya, pemimpin merupakan factor yang mempengaruhi
keberhasilan organisasi / peursahaan dalam mencapai tujuannya, Entrepreneur Leadership adalah
kemempuan mengorganisir sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama
menggunakan perilaku proaktif kewirausahaan dengan mengoptimalkn risiko,
berinovasi untuk memanfaatkan peluang, mengambil tanggung jawab pribadi dan
mengelola perubahan dalam lingkungan yang dinamis, mengkedepankan visi dan
misi, optimis percaya diri, karena dia memikul banyak harapan orang lain untuk
dia wujudkan.
Daftar
Isi
BAB I
PENDAHULUAN
Entrepreneurship
atau kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk
menghasilkan sesuati yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat
menciptkana lapangan kerja dan berguna bagi banyak orang, sebagai seseorang
yang selalu membawa perubahan, inovasi, ide-ide baru dan aturan baru.
Entrepreneur yaitu seeorang yang mempunyai dan membawa sumber daya berupa
tenaga kerja, material, serta asset yang lainnya pada suatu kombinasi yang
mampu melakukan suatu perubahan/ menambahkan nilai yang lebih besar daripada
nilai yang sebelumnya Pengusaha adalah orang yang dapat
dikategorikan sebagai wiraswasta atau wirausaha,dalam entrepreneur pasti tidak
terlepas dengan namanya jiwa seorang pemimpin (leadership) tanpa ada yang
memimpin maka tidak akan ada perusahaan atau organisasi yang tersetruktur,
sukses dan berkembang, dibalik dari pemimpin pasti ada yang namanya karyawan
atau anggota, pemimpin tidak bisa memimpin jika tidak ada anggota dan anggota
tidak bisa bekerja tanpa ada seorang pemimpin, intinya pemipin dan karyawan
saling membutuhkan satu sama lain, Entrepreneur Leadership adalah orang yang
berjiwa kreatif, inovatif dan percaya diri, Aspek sumber daya manusia merupakan
hal yang menjadi perhatian penting oleh organisasi, sebab berhasil atau
tidaknya menghadapi era tersebut sangat tergantu dari pemberdayaan sumber daya
manusia, salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan dari pemimpin
disebuah perusahaan atau organisasi adalah gaya kepemimpinan, sesuai kenyataan
bahwa tinggi rendahnya tingkat kinerja seorang akan sangat bergantu pada gaya
kepmimpinannya atasan didala perusahaannya, pemimpin memiliki pengaruh yang
besar dalam kepentingan perusahaan maupun organisasi tersebut untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi
yang kuat, mimpi yang besar dan kepercayaan diri, setiap pemimpin memilik gaya
kepemimpinannya masing-masing, setiap manusia yang terlahir didunia ini
memiliki bakat untuk memimpin, bakat memimpin bisa di asah melalui pendidikan,
didikan dari keluarga, atau organisasi di sekolah maupun lingkungan, ingin
menjadi pengusaha berarti harus bisa memimpin,
memimpin berarti bisa mempengaruhi orang lain dengan cara dan kecerdikan
kita masing - masing, untuk menjadi seoran pemimpin kita mesti belajar beberapa
sikap, modal dan cara bagaimana bisa memimpin orang lain memotivasi orang lain,
supaya orang yang bekerja kepada kita bisa memiliki rasa loyal dan tanggung jawab kepada pekerjaannya
sendiri, dalam penelitian ini penulis menganalisis tentang tema Entrepreneur
Leadership menganalisi
tentang pemimpin seperti apa yang harus diikuti dalam sebuah organisasai atau
perusahaan, ciri-ciri pemimpin yang baik, fungsi kepemimpinan, tugas seorang
pemimpin, model-model kepemimpinan dan bagaimana caranya menjadi Entrepreneur Leadership, modal apa saja
yang harus dimilik untuk menjadi memimpin sebuah perusahaan/organisasi, gaya –
gaya pemimpin dan memimpin perushaan sendiri, memiliki banyak karyawan,
memotivasi karyawan, mensejahterkan karyawan serta mentelaah model peran serta
bawahan, berlaku adil, bertanggung jawab serta bisa jeli dalam melihat peluang,
jeli melihat SDM dan mampu bersaing dengan pembisnis ulung lain.
Berdasarkan latar
belakang tersebut di atas maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Modal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Entrepreneur Leadership.
2. Ciri-Ciri Pemimpin yang bisa diikuti dan di percayai
3. Model - Model kepemimpinan
4. Perbedaan Pemimpin Kreatif dan Pemimpin Reaktif
5. Bagaimana caranya memotivasi karyawan/anggota.
Penelitian
ini dibuat dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui modal apa saja yang diperlukan untuk
menjadi seorang Entrepreneur Leadership
2. Mengetahui Ciri – Ciri Pemimpin yang bisa diikuti dan
dipercayai
3. Mengetahui Model – Model Kepemipinan.
4. Mengetahui Perbedaan Pemimpin Kreatif dan Pemimpin
Reaktif.
5. Mengetahui cara Memotivasi Karyawan/Anggota.
BAB II
LANDASAN TEORI
Eddy
Soeryanto Soegoto (2016:95) mendefinisikan bahwa Kunci Sukses memulai bisnis yakni jeli
melihat peluang bisnis, memiliki Ide Cemerlang, Tekad Diri yang Kuat, dan modal
diri 7 K: Kompetensi, Kecerdasan, Keberanian, Keyakinan, Ketekunan, Keuletan,
Kerajinan.
Eddy
Soeryanto Soegoto (2016:208) mendefinisikan bahwa Seorang Entrepreneur harus
piawai mengelola keuangan usaha dengan pola 5T: Tepat, Terukur, Terencana,
Terkontrol dan Terbaik. Berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang
benar agar dapat menjalankan, mengembangkan dan memajukan usaha atau
perusahaannya
Seorang pemimin adalah orang yang haris memiki
kemampuan : Problem solve, Visioner, Sistematik, Responsif, Disiplin,
Intergity, Demokratis, Kreatifitas dan Responsible, mampu memotivasi
mengapresiasi dan menginspirasi orang serta piawai menggerakan sumber daya
organisasi untuk memjukan perusahaan atau organisasinya (Eddy Soeryanto
Soegoto)
Pengusaha
adalah
orang yang dapat dikategorikan sebagai Wiraswasta atau Wirausaha (teori ekonomi
modern), Bila usahanya stagnan atau tidak berkembang makan pengusaha tersebut
disebut sebagai wiraswasta, sedangkan bila usahanya tumbu disebut sebagai
wirausaha.
Wirausaha atau
entrepreneur adalah orang yang berjiwa kreatif dan inovatif yang mampu mendirikan,
membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikan perusahaanya unggul.
Mendefinisikan bahwa
seorang Entrepreneur harus piawai mengelola keuangan dengan pola 5T : Tepat,
Terukur, Terencana, Terkontrol dan Terbaik, berdasarkan prinsip – prinsip pengelolaan
keuangan yang benar agar dapat menjalankan, mengembangkan dan memajukan usaha
atau perusahaannya.
Entrepreneur adalah
orang yang berjiwa kreatif, Inovatif, Mandiri, Percaya diri, ulet & Tekun,
Rajin, Disiplin, Siap menhadapi Risiko, Membangun, Mengembangkan, Memajukan dan
Menjadikan usaha atau perusahaanya unggul (Eddy Soeryanto Soegoto, 2009)
Hakikat Entrepreneur adalah orang-orang yang memililki
kemampuan melihat dan menilai kesempatan – kesempatan bisnis, jeli dalam
melihat peluan dan tepat dalam mengambil keputusan, mengumpulkan sumber daya
yang tepat dan menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan kemampuannya,
seorang Entrepreneur Leadership tidak hanya dapat berencana, berkata-kata dan menyebar janji, tetapi juga
harus disertai dengan memulai dan berbuat, merealisasikan rencan – rencana
dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses, maka
dibutuhkan kreativitas, yaitu pola piker tentang sesuatu yang baru, serta
inovasi, yaitu tindakan dalam memikirkan sesuatu yang baru.
Ciri dan sifat seorang entrepreneur ditunjukan pada
table berikut :
CIRI
|
SIFAT
|
1. Percaya
diri
|
Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimism
|
2. Berorientasi
tugas dan hasil
|
Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada labar,
memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif
|
3. Pengambil
Risiko
|
Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada
tantangan
|
4. Kepemimpinan
|
Berjiwa pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain
dan suka terhadap saran atau kritik yang membangun
|
5. Keorisinilan
|
Memilikin inovasi dan kreativititas tinggi,
fleksibel, serbas bisa dan memiliki karingan bisnis yang luas
|
6. Berorientasi
ke masa daepan
|
Persepsi dan memiliki cara pandang/cara piker yang
berorerientasi pada masa depan
|
7. Jujur
dan tekun
|
Mengutamakan kejujuran dalam bekerja dan tekun dalam
menyelsaikan kerja.
|
2.4 Hakikat/Esensi Enterpreneurship
Enterpreneurship atau kewirausahaan adalah usaha
kecil yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru,
memiliki nilai tambah, memberi manfaat.,menciptakan lapangan pekerjaan dan
hasilnya berguna untuk orang lain.
Hakikat Enterpreneurship adalah orang-orang yang
memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempapatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang
dibutuhkan untuk mengambil tindaka yang
tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemampuan untuk
mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secar kreatif dalam rangka
meraih sukses/meningkatkan pendapatan.
Hakikat Enterpreneurship :
1. Enterpreneurship adalah suatu
nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya,tenaga
penggerak, tujuan , siasat,kiat,proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi ,1994)
2. Enterpreneurship adalah suatu
nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan
usaha(Soeharto Prawiro ,1997)
3. Enterpreneurship adalah suatu
proses dalam mengerjakan suatu yang baru(kreatif) dan berbeda(inovatif) yang
bermanfaat memberikan nilai lebih.
4. Enterpreneurship dalah kemampuan
untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
5. Enterpreneurship adalah suatu
proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan
menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha(Zimmerer,1996)
6. Enterpreneurship adalah usaha
menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui
cara-cara baru dan berbeda untun memenangkan persaingan.
BAB III
PEMBAHASAN
Salah satu sikap yang
harus dimiliki dalam membangun dan mengembangkan usaha adalah :
1. Disiplin
Disiplin atas ketepatan waktu, disiplin atas
kualitas pekerjaan, disiplin atas kinerja kerja, disiplin atas kesepakatan yang
telah dibuat dan saling diseteuji.
2. Berkomitmen
tinggi
Memiliki komitement yang tinggi, jelas terarah dan
bersifat progresif, tidak hanya memberikan janji, tapi melaksanakan janjinya
sebaik-baik mungkin dan mewujudkan apa yang sudah dia janjikan dengan kinerja
yang maksimal, komitmen akan mendorong rasa percaya diri dan semangat kerja,
menjalankan tugas menuju perubahan ke arah yang lebih baik, komitmen terhadap
konsumen adalah pelayanan yang prima yang berorientasi kepada kepuasan
pelanggan, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan dan
problem solving bagi masalah konsumen sehingga kepercayaan konsumen akan
berimbas pada pembelian yang terus meningkat sehingga profit perusahaan dan
rating perusahaan meningkat.
3. Kejujuran
Kejujuran berarti dapat dipercaya,
kejujuran adalah kebijaksanaan terbaik kejujuran sangat melekat pada konsep
pemasaran yang berorientasi pada kepuasan konsumen, sebagai wirausaha harus
menjunjung tinggi kejujuran dalam melakukan kegiatan usahanya sehingga akan
mendapatkan konsumen actual dan potensial baik jangka pendek maupun jangka
panjang
4. Kreatifitas
Kreatif adalah kemampuan untuk
mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam melakukan pemecahan dan
menemukan peluang maupun solusi, untuk memenangkan persaingan makan seorang
wirausahawan harus memiliki daya kreatifitas yang tinggi, kreatifitas tersebut
sebaiknya dilandasi dengan cara berfikir yang maju, gagasan- gagasan yang kuat
dan baru yang berbeda dengan produk – produk lainnya yang telah ada dipasar.
Gagasan – gagasan yang kreatif
umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, waktu, ataupun waktu, justru sering
ide sepicles langung muncul seketika ide-ide tersebut memberikan
terobosan-terobosan yang baru dalam dunia usaha.
5. Inovatif
Inovasi yang dibutuhkan dalam
kemampuan berwirausaha salah satunya adalah menambahkan nilai guna bermanfaat
terhadap suatu produk tersebut dimata konsumen, ciri-ciri orang yang inovatif
adalah :
1. Terbuka
terhadap pengalaman, selalu berminat dan tanggap terhadap gejala disekitar
kehidupannya
2. Kreatif
dalam berimajinasi, wirausahawan memiliki kemampuan bekerja dengan penuh
imajinasi
3. Teguh
dan memiliki keyakinan atas penilaian dirinya, teguh pada pendirian dirinya
sendiri
4. Selalu
melihat masalah dari segi lain, tidak monoton dan selalu cerdik dalam
memecahkan masalah.
5. Memilik
tugas untuk selalu berprestasi dan mau ikut selalu berpartisipasi dalam setiap
kompetisi
6. Sehat
jasmani dan rohani
7. Memiliki
berbagai akalm cerdas dan energik
8. Siap
bekerja ditempatkan dimanapun dan dalam kondisi apapun.
6. Mandiri
Seorang Entrepreneur leadership harus
memilik sikap mandiri dalam mengelola usahanya, tidak bergantung pihak lain
dalam mengambil keputusan atau bertindak, siap dalam mencukupi kebutuhan
usahanya
7. Realistis
Dalam melakukan penetapan keputusan
bisnis harus realistis, objektif dan rasional dengan melihat fakta/realistis
dilapangan dan menyeleksi masukan atau saran dari luar.
Entrepreneur adalah seseorang yang
memiliki jiwa dan kemampuan (ability) yang bersifat kreatif, inovatif, dan
mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, membuat sesuatu yang belum ada
atau memperbaruhi sesutau yang sudah ada menjadi produk yang lebih baik,
mencari peluan, jeli dalam melihat peluang, berani menangggung risiko, mampu
mengembangkan ide, mampu memanfaatkan sumber daya dengan sebaik-baiknya
mungkin, mampu melestarika sumber daya, mampu meminimalisir biaya pengeluaran
tapi bisa mencipatakan produk yang bagus.
Seorang Entrepreneur harus memiliki
kemampuan :
1. Self
knowledge, yaitu memilik pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau
ditekuni
2. Imagination,
yaitu memiliki imajinasi, ide dan perspektif serta tidak mengandalkan sukses
masal lalu
3. Pratical
knowledge
Yaitu memiliki pengetahuan praktis,
missal pengetahuan, desain, processing, pembukuan, administrant dan pemasaran.
4. Search
skill, yaitu kemampuan untuk menemukan, mengulik dan berkreasi
5. Foresight,
yaitu memiliki kemampuan berpandangan jauh kedepan
6. Compation
skill, yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang
akan dating
7. Communication
skill, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul, dan berinteraksi dengan
orang lain
Keterampilan (skill) yang diperlukan seorang
Entrepreneur Leadership untuk menunjang dan mempertahankan usahanya adalah :
1. Technical
skill
Yaitu keterampilan yang diperlukan
untuk melakukan tugas dibidang spesialis tertentu, semisal keahlian menggambar
desain, analisis data dan akuntan-audior.
2. Human
Relation Skill
Yaitu keterampilan untuk memahami,
mengerti, bergaul dan berealasi dengan orang lain dalam suatu organisasi
tersetruktur.
3. Conceptual
Skill
Yaitu keterampilan personal untuk
berfikir abstrak, untuk mendiagnosis dan untuk menganalisis situasu yang
berbeda, memikirkan konsep yang baru dan skill ini sangat penting dalam
memperoleh peluang dipasar serta bersaing dipasaran.
4. Descision
making skill
Yaitu keterampilan dalam memecahkan
masalah menggunaka metode yang simple, pintar dalam memilih menggunakan metode
yang pantas dalam menangani berbagai masalah.
5. Time
Management Skill
Yaitu keterampilan dalam
memanfaatkan waktu seproduktif mungkin seefisien mungkin
6. Individual
Skill and Attitude
Yaitu skill dirisendiri dan sikap
attitude dalam bekerja, attitude sendiri sangat diperlukan saat menawarkan
produk
7. Know
ledge of business
Mengetahui bisnis apa yang akan
kita masuki, mengetahui saat yang tepat untuk melihat peluang dan malakukan
usaha.
8. Establishment
of goal
Keteguhan jiwa dan pikiran,
pemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan.
9. Take
advantages of the opportunities
Unggul dalam menemukan peluang, jeli
dalam melihat peluan, tepat dalam mengambil peluang bisnis.
10. Adapt
to the change
Kemampuan untuk beradaptasi dengan
perubahan dan kemampuan untuk fleksibel dalam pekerjaan
11. Minimize
the threats to business
Kemampuan untuk meminimalkan risiko
terhadap perusahaan dan kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap
perusahaan.
Berikut adalah faktor-faktor yang
harus ada dalam seorang Entrepreneur adalah :
1. The
Creativity
Kreatif dalam menghasilkan sesuatu
yang belum ada sebelumnya itu akan menambahkan nilai tersendiri di produk
tersebut, pertambahan nilai ini pun tidak hanya diakui oleh wirausaha tapi
hasil nilai akan dinikmati oleh pelanggan tersebut.
2. The
Commitmen
Memiliki komitmen yang teguh, kokoh
dan tinggi terhadap apa yang ingin dicapai dan harus disertai dengan aksi untuk
mencapai apa yang diinginkan tersebut.
3. The
Risk
Siap menghadapai apapun risiko yang
akan diterima, baik secara keuangan, logistic, fisikm dan risiko sosial.
4. The
Reward
Penghargaan kepada dirisendiri atau
terhadap oranglain. Penghargaan yang berartikan kebebasan dalam kepuasan diri
sendiri, sedangkan reward biasanya berupa uang, piagam atau piala sebagai suatu
derajat atas kesuksessannya.
Kepemimpinan (leadership) adalah
seseorang yang mengarahkan, memberi instruksi dan mempengaruhi orang lain
dengan caranya tersendiri, supaya orang lain bisa bekerja bersamanya, membantu
mencapai mimpi-mimpi besarnya.
Kepemimpinan
adalah :
a. Sifat
yang dimiliki seseorang sifat yang melekat pada diri seseorang, seperti :
Kemampuan, kesanggupan dan Kepercayaan.
b. Serangkaian
kegiatan seseorang yang memimpin sebuah organisasi/perusahaan yang tidak dapat
dipisahkan dengan gaya serta kedudukan pemimpin tersebut.
c. Proses
interaksi antara pemimpin dengan bawaha dan keadaan dalam situasi pekerjaan.
d. Seni
untuk menciptkan kesesuaian paham dan mengerti satu sama lain
e. Bentuk
kepercayaan, persuasi dan inspirasi
f. Seseorang
yang mempunyai bakat mempengaruhi dengan baik
g. Tindakan
dan perilaku
h. Hasil
dan Interaksi
i.
Inisiasi terstruktur
Pemimpin harus :
·
Memiliki tujuan yang
jelas untuk dicapai, karena dia mengemban banyak karyawan tidak hanya dirinya
sendiri.
·
Tanggung jawab, apapun
keputusannya dan perintahnya maka diapun harus bertanggung jawab atas apa yang
telah dia lakukan.
·
Bernilaikan yang sejati
dan sesungguhnya
·
Sabar dan siap
mendengarkan ide, suara atau gagasan dari orang lain, tapi tidak untuk
dikendalikan oleh orang lain
·
Berani mengambil
risiko.
·
Komunikasi menggunakan
Bahasa yang baik, simple dan mudah dimengerti
·
Tindakan atau aksi yang
sesungguhnya.
Pemimpin sebagai Eksekutif
Leader Pemimpin, sering kali disebut sebagai Manager, CEO, atau Direktur, salah
satu fungsinya adalah menerjemahkan kebijaksanaan menjadi kegiatan, menjelaskan
visi dan mimpinya, proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam
usaha untuk mencapai tujuannya, memimpin dan mengawasi tindakan/pekerjaan yang
menjadi bawahannya menjadi tanggung jawabnya, mebuat keputusan-keputusan yang
kemudian dia perintahkan untuk dilaksanakan, gaya kepemimpinan ini biasanya
banyak ditemukan di perusahaan atau instansi.
a. Pemimpin
sebagai Hakim (Penengah)
Pemimpin yang adil harus bisa menengahi dalam suatu
masalah/perbedaan, dia harus cerdik menemukan solusi dalam setiap masalah,
semisal ketika sedang rapat dari kubu A inginkan menggunakan cara A dari kubu C
inginkan menggunakan cara C, pemimpin itu harus cerdik mengambil jalan tengah
dengan cara mengkombinasikan cara A dan cara C sehingga terciptanya cara baru
cara B dalam menyelesaikan masalahnya, tidak boleh lebih condong ke kiri atau
kanan, jika dianalogikan maka seperti wasit dalam pertandingan sepak bola, dia
harus mampu melaksanakan tugasnya sebagai penengah
b. Pemimpin
sebagai penganjur
Pemimpin sebagai propagandis, sebagai juru bicara,
sebagai seseorang yang bertugas untuk membela karyawannya/anggotanya, pemimpin
sebagai mentor bagi anak didiknya.
c. Pemimpin
Diskusi
Tipe pemimpin seperti ini sering kita jumpai di
lingkunagn, pemimpin seperti Ini pemimpin yang sangat siap untuk mendengarkan
segala tanggapan, ide ataupun masukan bagi dirinya, seseorang yang secara
lengkap memenuhi kriteria kepemimpinan demokratis dialah orang yang cocok dalam
menerima peranannya sebagai pemimpin diskusi.
Teori sifat
Teori ini menyatakan bahwa salah satu alasan suksesnya
seorang pemimpin adalah ditentukan oleh sifat-sifat dan gaya kepemimpinan
pemimpin tersebut, kualitas seorang pemimpin yakni sesuai dengan berbagai
sifat, atau ciri-ciri sifat setiap pemimpin didalamnya.
3.8 Ciri-Ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin
Pengetahuan dan wawasan yang luas, daya ingat yang
kuat, rasioanalitas, loyalita, inisiatif yang baik, flesibilitas, adaptasi yang
cepat, orientasi berpandangan ke masa depa, kepekaan , tepat waktu,
keteladanan, ketegasan, keberanian, optimis, percaya diri, kesediaan menjadi
pendengar yang baik kemampuan untuk bertumbuh dengan baik, mau berkembang,
analitik, menentukan skala prioritas, bisa membedakan mana yang lebih penting
dan yang harus didahulukan, keterampilan mendidik dan berkomunikasi secara
efektif, Teori sifat sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan
prinsip keteladanan, walaupun demikian teori sifat memeiliki beberapa kelemehan
diantarany adalah : terlalu bersifat deskrpitif, tidak selalu ada relavanssi.
Di angga sebagai teori yang sudah ketinggalan zaman, namun apabila di telaaah
teori ini banyak sekali tercantum nilai-nilan moral dan akhlak yang baik
terkandung didalamnya, mengenai rumusan sifat, ciri-ciri menjadi seseorang
pemimpin yang baik, sangat diperlukan untuk anda yang ini menjadi pemimpin
keteladanan
Teori Perilaku
Menyatakan bahwa seorang perilaku pemimpin dalam
mengarah atau melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok merupakan perilaku
individu pemipin, untuk mencapai tujuannya, beberapa deskripsi dalam perilaku
pemimpin :
a. Konsiderasi
dan struktur inisiasi
Perilaku ini adalah dimana seorang
pemimpin lebih mementingkan bawahannya ketibang dirinya sendiri, lebih
mementingkan tugas pekerjaanya ketibang tugas diris endiri perilaku pemipin
seperti ini memiliki ciri-ciri : ramah tamah, mau berkonsultasi, menerima
usut-usut dan kesejahteraan bawhannya, serta tidak adanya batasan tingkatan,
memperlakukan bawahannya setingkat dirinya.
b. Berorrientasi
kepada bawahan dan produksi
Perilaku ini adalah dimana seorang
pemimpin berorientasi kepada bawahannya, dia menceritakan apa saja yang ingin
dia capai, perhatian pribadi, pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan,
memfasilitasi kebutuhan bawahan, serta mau menerima perbedaan kepribadian dan
kemampuan yang dimiliki bawahannya, pemimpin yang cenderung memiliki kemampuan
beroreientasi pada produksi memiliki
penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutmaan penyelanggaraan dan tugas
pencapian tujuannya.
Dari penjelasan di atas dapatlah
disimpulkan bahwa (Teori pelaku) atau dalam Bahasa inggris di sebut behavioral theory memiliki antaran
karakteristik antara lain :
·
Kepemimpinan memiliki
sedikitnya dua dimensi yang lebih kompleks disbanding teori sebelumnya yaitu
genetic dan train.
·
Gaya kepemimpinan yang
fleksibel : pemimpin dapat menggantik tugas atau sumber daya manusianya sesuai
kebutuhan tujuannya.
·
Gaya kepemimpinan yang
tidak muncul begitu saja, tetapi dia pelajari,atau dia ngulik sendiri.
·
Tidak ada satupun gaya
yang paling bencar, kecuali efektivitas kepemimpinan bergantung pada kebutuhan
dan situasi.
Teori situasional.
Keberhasilan seorang pemimpin dalam teori situasional
ini adalah ditentukan dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan perilaku
tertentu, dengan mengarah ketuntutan situasi kepemimpinan dan situasi
organisasional, yang siap dihadapi dengan menghitung factor waktu dan tempat.
Faktor situasional yang sanagat berpengaruh terhadap
setiap gaya kepemimpinan adalah :
·
Kompleknya tugas dan
jenis pekerjaan
·
Peralatan dan sifat
teknologi kecanggihan yang digunakan.
·
Persepsi, sikap, dan
gaya kepemimpinan seseorang.
·
Norma-Norma yang dianut
kelompok tersebut.
·
Rentang terkendali
·
Ancaman dari luar
organisasi
·
Tingkat Setres
·
Iklim atau aura yang
terdapat dalam organisasi.
Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan
dampak dan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.
·
Kemampuan manajerial :
kemampuan ini meliputi kemampuan social, pengalaman, individu, motivasi dan
penelitian terhadap penghargaan yang telah disediakan oleh perusahaan.
·
Karakteristik pekerjaan
: tugas yang memiliki banyak tantangan dan rintangan akan membuat seseorang
atau team sangat bersemangat, tingkat kerja sama kelompok akan sangat berdampak
terhadap efektivitas pemimpiinya.
·
Karakteristik
organisasi : budaya serta pengalaman mendalam di organisasi, kebijakan,
birokrasi merupakan factor yang berpengaruh terhadap efektivitas pemimpinnya.
·
Karakterisitik pekerja
: Kepribadian, skill individu, kebutuhan, keterampilan, pengalaman bawahan akan
sangat berpengaruh terhadap gaya memimpinnya.
3.9 TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN
1. Tipe
Otokratis
Ciri-cirinya adalah :
a. Lebih
mengandalkan kepada kekuatan dan kekuasaan
b. Menganggap
dirinya yang paling berkuasa dan paling harus dilaksanakan segala keputusannya
c. Keras
dalam mempertahankan prinsipnya
d. Tidak
mengenal bawaha, dalam arti tidak mau bergaul dengan bawahan (jauh pada
bawahan)
e. Memerintah
secara paksa.
2. Tipe
Laisessez Faire
Ciri-cirinya adalah :
a. Memberikan
kebebasan terhadap karyawannya
b. Pemimpin
yang tidak mau terlibat dalam kegiatan atau proyek
c. Semua tanggung jawab dilimpahkan terhadap
bawahannya
d. Tidak
memiliki sama sekali wibawa
e. Tidak
Mengawasi karyawannya dengan baikidak berkordinasi dengan karyawannya
f. Pemimpin
yang acuh terhadap bawahannya
3. Tipe
paternalistic
a. Ciri-cirinya
adalah :
b. Pemimpin
yang bertindak sebagai bapak
c. Memperlakukan
karyawannya seperti orang yg belum dewasa.
d. Selalu
memberikan perlindungan terhadap bawahannya
e. Selalu
membela bawahannya
f. Keputusan
ada ditangan seorang pemimpin
4. Tipe
Militeristik
Ciri-cirinya adalah :
a. Dalam
berkomunikasi menggunakan saluran formal
b. Menggunakan
system komando atau perintah
c. Segala
sesuatu bersifat formal
d. Disiplin
yang tinggi, lebih bersifat kaku
e. Jarang
bercanda dengan bawahannya
5. Tipe
Demokratis
Ciri-cirinya adalah :
a. Berpartisipasi
aktif dalam kegiatan organisasi
b. Bersifat
terbuka
c. Terhadap
bawahan diberikan kesempatan untuk memberikan sararn dan ide-ide baru
d. Saat
pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
e. Menghargai
bakat-bakat bawahannya
6. Tipe
Open Leadership
Tipe
ini hanpir mirip dengan tipe Demokratis, perbedaannya terletak pada pengambilan
keputusan. Dalam tipe ini keputusan diambil oleh sepihak, yaitu keputusan ada
ditangan pemimpin seorang.
3.10 MODEL-MODEL KEPEMIMPINAN
a. Model
Otokratis – Demokratis
Pemimpin yang memiliki gaya memimpin otokratis akan
mengambil segala keputusan sendiri.
Ciri kepemimpinan yang menonjol pada gaya ini adalah
ketegasan disertai perilaku yang berorientasi dalam menyelesaikan tugas.
Pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya
untuk berpartisipasi dalam kegiatan dipekerjaannya, ciri kepemimpinan yang
menonjol lainnya adalah menjad pendengar yang baik, disertai perilaku
memberikan perhatian pada sagala kepentingan dan kebutuhan bawahannya.
b. Model
interaksi atas dan bawahannya
Menurut model ini, efektifitas kepemimpinan
seseorang brgantung pada interaksi yang terjadi pemimpin dengan bawahannya.
Semakin jauh interaksi interaksi tersebut
mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan.
Seseorang akan menjdi pemimpin yang efektif apabila
memilik pemikiran seperti dibawah ini :
Ø Jalur
interaksi, hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik.
Ø Tugas
yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi
Ø Mempunyai
posisi kewenangan pemimpin yang kuat.
c. Model
Situasional
Efektifitas kepemimpinan seseorang bergantung pada
pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu, dan
tingkat kematangan dan pola piker dewasa bawahan. Bedasarkan model ini adalah
perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas dan bawahannya yang berkaitan
atas dan bawahannya, berdasarkan tersebut gaya kepemimpinan yang dapat
digunakan adalah :
·
Memberi tahukan,
pemimpin memberi instruksi terhadap bawahannya, pemimpin mengawasi tugas dan
perilaku kinerja anak buahnya.
·
Menjual, Pemimpin
menjelaskan keputusannya dalam membuat keputusan dan memberikan kesempatan pada
bawahannya untuk bertanya apabila kurang jelas keputusan yang telah dibuat.
·
Mengajak bawahan untuk
turun ikut serta, pemimpin memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk
menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan.
·
Melakukan pendelegasian
atau memberikan segala keputusannya kepada bawahannya yang menyanggupi
Gaya
Kepemimpinan Situasional
|
|
Kerja
tinggin + Kompak tinggi
|
Kerja
tinggin + Kompak rendah
|
·
Membentuk kelompok
yang baru
|
·
Kelompok yang sudah
kehilangan arah dan tujuan
|
Pemimpin
menjadi model contoh.
|
Jika
dalam situasi gawat militer, persaingan bisnis yang ketat.
|
Kerja
rendah + Kompak tinggi
|
Kerja
Rendah + kompak rendah
|
Untuk
kelompok social – rekreatif
|
Untuk
kelompok yang sudah jadi
|
Menguatamakan
keakraban dan suasana santai
|
Kelompok
yang sudah jelas arah dan tujuannya
|
d. Model
jalan tujuan (Path goal)
Pemimpin yang efektif menurut model
ini adalah pemimpin yang mau membimbing dan menunjukan jalan pada bawahannya
dengan kejelasan tugas dan perhatian serta kepentingan bawahannya, pemimpin
seperti ini merupakan mentor yang terbaik.
Menurut
teori path-goal. Perilaku pemimpin
dapat diterima oleh bawahannya pada tingkat tertentu, pada tingkatan yang mana
bawahannya memandang sebagai sumber kepuasan sebagai contoh kinerja yang baik
dimasa mendatang, perilaku pemimpin memberikan motivasi kepada bawahannya apabila
: 1 membuat bawahan merasa butuh support percaya diri dalam pencapaian kinerja
yang efektif, 2 : memberikan arahan, dukungan, bahkan nasihat dan penghargaan
yang diperlukan untuk kinerja yang efektif. Model kepemimpinan path-goal
berusaha meramalkan efektifitas kepemimpinan dalam berbagai situasi, menurut
model ini, pemimpin menjadi lebih efektif karena pengaruh motivasi mereka yang
positif, pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan
pengembangandiri dan jalan untuk menggapai tujuan.
e. Model
peran serta bawahan
Model ini dikaitkan dengan perilaku
pemimpin dengan proses pengambilan keputusan yang harus disesuaikan oleh
bawahannya, disetujui oleh pimipinannya.
Syarat
penting dalam pengambilan keputusan ini adalah, adanya serangkaian ketentuan
yang harus ditaati oleh karyawannya dalam menentukan tingkat dan bentuk sesuai
peran dari bawahan dalam mengambil sebuah keputusan, bentuk tingkat peran serta
bawahan tersebut di titik beratkan oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang
ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.
Seseorang harus menjadi pemipin
yang efektif apabila :
1. Hubungan
atasan dan bawahan dikategorikan baik
2. Pemberian
tugas sesuai dengan sumber daya manusia
3. Tugas
yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi
4. Posisi
kewenangan pemimpin dan kekuasaan pemimpin yang tergolong kuat.
5. PEMIMPIN
VISIONING
Visioning merupakan kemampuan
memberikan gambaran serta impian atau tujuan yang diharapkan pada suato
organisasi, pemimpin harus bisa meletakan mimpi bersama dan kehendak bersama
untuk diwujudkan bersama, visi memberikan arah kemana ini perusahaan/organisasi
akan diarahkan.
Pemimpin visioning adalah pemimpin
yang melakukan kegiatan, dan memikirkan cara untuk merumuskan masa depan
perushaan yang harus berkembang dari waktu ke waktu.
Pada hakikatnya kepemimpinan
visioner adalah kepemimpinan yang mampu untuk menciptakan dan mengantarkan
perubahan visi dan misi yang baik serta realistis, dan mendorong para
bawahannya untuk tumbuh serta berkembang maju ke masa depan yang lebih baik.
6. PEMIMPIN
KREATIF
Pemimpin kreatif adalah pemimpin
yang dapat mengendalikan agresi vitasnya dalam bentuk komunikasi yang teratur
serta dapat membangkitkan semangat kerja, melihat masalah dari sudut yang
berbeda sehingga bisa menemukan solusi dengan mudah.
PEMIMPIN REAKTIF
Terlalu cepat beraksi dan
memutuskan pada setiap hal, mudah tersinggung, cenderung menutup diri terhadap
alternaitf social.
Cir-Ciri kedua tipe pemimpin ini
dapat dilihat pada table berikut :
Pemimpin Kreatif
|
·
Pemimpin Reaktif
|
·
Objektif
|
·
Cepat tersinggung
|
·
Idealis
|
·
Konservatif
|
·
Berpikir positif
|
·
Mencurigai
|
·
Wawasan luas dan
idenya cemerlang
|
·
Wawasan sempit
|
·
Bisa memotivasi
tinggi, berenergik
|
·
Iri, dengki,
cemburuan
|
·
Cenderung bisa
membawa perubahan lebih baik
|
·
Tidak mau berubah,
menolah perubahan
|
·
Can do, we can do it
|
·
Cause & effect
|
Pemimpin yang beroreientasi
·
Pemimpin yang
Berorientasi pada pekerjaan
|
·
Pemimpin yang
berorientasi pada hubungan
|
·
Kemampuan beradaptasi
dengan situasi
|
·
Kemampuan
memobilisasi
|
·
Punya arah yang jelas
|
·
Membangun Orchesta
|
·
Pengambil risiko
|
·
Berinspirasi tinggi
|
·
Selalu meng-guide
orang lain
|
·
Memuaskan kebutuhan
orang
|
·
Mengoptimalkan umpan
balik
|
·
Membuat kinerja
berarti bagi orang lain
|
·
Kinerja yang stabil
|
·
Melibatkan diri
secara emosional
|
·
Bertanya secara
kritis
|
·
Menjunjung tinggi
nilai – nilai promosi
|
·
Berorientasi kepada
konsumen
|
·
Bertindak sebagai
pembantu
|
Kepemimpinan
yang lebih menaruh perhatian kepada perilaku pemimpin yang lain yaitu mengarah
pada penyusunan rencana kerja, pentepanan pola organisasi, adanaya saluran
organisasi, saluran komunikasi, metode kerja dan prosedur pencapaian tujuan
yang jelas
Setiap karyawan suatu perusahan atau anggota dalam
organisasi memiliki pengharapan atas apa yang mereka telah kerjakan, kontribusi
karyawan loyalitas anggota terhadap perusahaan atau organisasi dan insentif
yang diberikan organisasi/perusahaan atas prestasi kerja karyawan/anggotanya
akan berdampak pada kepuasan kerja dan semngat kerja karyawannya.
Kepuasan kerja, adalah tingkatan kenikmatan yang
diterimas seseorang dalam melaksanakan
kerjanya dan memberikan hasil kinerja yang baik kepada perusahaan / organisasi,
orang akan puas apabila menikmati pekerjaanya, karyawan yang puas telah
mendapatkan prestasi cenderung memili semangat kerja yang tinggi.
TEORI MOTIVASI
Motivasi adala serangkaian serangkaian kekuatan,
perkataan yang membangun jiwa semangat seseorang, Memotivasi karyawan merupakan
salah satu tugas seorang Leadership, karyawan dengan motivasi yang tinggi akan
menghasilkan kinerja yang baik dan maksimal, sebaliknya jika motivasi
karyawannya rendah maka akan rendah kinerjanya dan kurang makimal, Motivasi
atau dorongan terhadap karyawan untuk bersedia bekerja keras dan memberikan
hasil kerja yang bagus, terdapat dua macam motivasi :
a. Motivasi
finansial dengan dilakukannya dan memerbikan imbalan finansial kepada karyawan,
imbalan tersebut sering disebut insentif
b. Motivasi
nonfungsial, dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial/uang, akan
tetapi berupa hal-hal seperti pujian, penghargaan, pendekatan manusia, dan lain
sebagainya (gitosudarmo dan mulyono)
3.12 TEORI MOTIVASI KLASIK
Teori ini menyatakan bahwa para pekerja, termotivasi
semata-mata oleh uang, teori ini dikemukakan oleh fredick taylor
(USA-Philadelphia) diawal abad ke duapuluh, dalam bukunya : the princeiples of
scientific management, dimana perusahaan diarankan untuk membayar lebih banyak
uang yang mendorong karyawan berproduksi lebih banyak.
Pendekatan ini dikenal sebagai manajemein ilmiah dan
menghasilkan penelitian waktu dan gerakan (time studies) yaitu teknik-teknik
rekasaya industry bagi efesiensi pekerjaan di perusahaan.
TEORI MOTIVASI KONTEMPORER
Teori motivasi kontemporer meliputi beberapa model,
yaitu : model hierarki kebutuhan, sumber daya manusia, teori dua factor, teori
ekspetansi dan teori keadilan
3.13 MODEL HIERARIKI KEBUTUHAN MASLOW
Kebuthan yang bersifat hierarki dari tingkatan yang
rendah ke yang lebih tinggimemengaruhi motivasi dan kebutuhan karyawan, teori
Maslow menunjukan bahwa setiap orang memiliki tingkatan terendah ketertinggi
adalah : tempat tinggal, stabilitas, pertemanan, status pemenuhan diri.
3.14 MODEL SUMBER DAYA MANUSIA : TEORI X TEORI Y, DAN TEORI Z
Teori X menyatakan bahwan orang-orang pada dasarnya
malas dan tidak mau bekerja sama, umumnya karyawan tidak berambisi mencapai
prestasi yang optimal, dan selalu menghindarkan tanggung jawabnya dengan cara
mengambinghitamkan orang lain. Karyawan lebih suka dibimbing, akaryawan yang
mementingkan diri sendiri dan tidak memperdulikan tujuan organisasi, karenanya
merka harus dihukum atau diberi imbalan agar menjadi lebih produktif.
a. Secaran
inheran karyawan tertanan dalam dirinya tidak menyukai kerja
b. Karyawan
tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk
mencapai tujuan
c. Karyawan
akan menghadiri tanggung jawab
d. Kebanyakan
karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Teori Y menyatakan bahwa orang-orang pada dasarnya
energik, mau berorientasi dan berkembang, memotivasi diri sendiri, dan tertarik
untuk menjadi produktif, rata-ratra karyawan rajin dan menganggap sesungguhnya
bekerja, sama wajarnya dengan bermain dan istirahat lazimnya karyawan dapet
memikul tanggung jawab dan berambisi untuk maju dengan mencapai prestasi kerja
optimal.
Kontras dengan pandangan negative ini merupakan kodrat
manusia, ada empat teori Y diantaranya adalah :
a. Karyawan dapat memandang kerja sama dengan
sewajarnya seperti sedan istirahat atau bermain.
b. Orang
akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada
sasaran
c. Rata-
raita orang akan menerima tanggung jawab
d. Kemampuan
untuk mengambil keputusan inovtif
Teori Z merupakan pendekatan
kepemimpinan yang menekan penyertaan karyawan pada semua tingkat dan
memperlakukan mereka seperti keluarga.
Teori Y menggabungkan teori hal hal
terbaik dari teori X dan teori Y, seperti yang dinyatakan dalam tujuh prinsip,
ketenaga kerjaan jangka panjang, pengambilan keputusan, dan promosi peralahan,
kendali informal dengan pengukuran pengukuran formal, suatu derajat tingkat
yang moderat dari spesialisasi karier, dan suatu perhatian yang holistic untuk
setiap individu
TEORI HARAPAN
Teori harapan menyebutkan bahwa
para pekerja melandasi usaha mereka dengan harapan akan penghargaan untuk
kinerja tersebut, dan nilai dari penghargaan itu, Teori motivasi ini menyatakan
bahwa orang- orang termotivasi bekerja karena ingin mendapatkan imbalan yan
mereka inginkan dan bahwa mereka percaya mereka mempunyai peluan atau harapan
yang masuk akal ntuk dapat meraihnya.
Teori ini dapat menjelaskan mengapa
orang tidak bekerja sekeras mungkin ketika gaji mereka semata-mata didasarkan
atas senioritas atau tindakan mempengaruihi kerja keras tersebut, ushaa
perorarangan, kinerja perseorangan, penghargan organisasi, tujuan perseorangan.
3.15 STRATEGI MEMOTIVASI KARYAWAN
Untuk meningkatkan kepuasan dan
semngat kerja serta memotivasi karyawan dalam berprestasi dapat dilakukan
denang beberapa metode berikut :
Modifikasi
perilaku
Modifikasi perilaku merupakan
penerapan sistemastis atas penghargaan-penghargaan dan hukuman-hukuman (rewars
and punishments) untuk mengubah perilaku karywan
Para manajer dapat meotivasi
karyawan dengan perilaku-perilaku pengaruh mereka (penguatan) atas perilaku
positif dan mengurangi perilaku negative
3.16 MENENTUKAN SASARAN
Menentukan sasaran bisa merupakan
suatu cara yang efektif unutk memotivasi karyawan.
Penetapan sasaran secara
bersama-sama dari atas sampai level bawah organisasi akan membantu para manager
mengimplemasikan dan melaksanakan rencana kerja mereka, kegiatan kolaboratif,
berkomuniasi. Dan karyawan akan memberikan effek dimana karyawan merasa
merupakan bagian penting dari tim/perusahaan dan menjadi kunci bagi
meningkatkan kepuasan kerja dan memotivasi karyawan.
3.17 PARTISIPASI DAN PENGEMBANGN KARYAWAN
Karyawan dilibatkan dalam suatu
proyek dengan partisipasi aktif dan diberdayakan untuk mengambil tanggung jawab
yang telah besar atas kinerja mereka sendiri, partisipasi dan pemberdayaan membuat
karyawan lebih berkomitmen terhadap sasaran organsasi, karena mereka sendirilah
yang membantu membentuknya.
Contoh program
keterlibatan karyawan :
a. Manajemen
partisipasif
Manajemen partisipasif merupakan
suatu prosesi dimana para bawahan berbagi suatu tingkat kekuatan pembuatan
keputusan yang signifikan dengan atasan-atasan langsung mereka, agar manajemen
partisipasif bisa berjalan dengan baik, persoalan-persoalan diamanpun karyawan
teribat harus relavan
b. Model
pegukuran Motivasi kerja
Karakteristik orang yang mempunyai
motivasi perprestasi tinggi adalah McClelland (Mangkunegara, 2005 : 68) yaitu :
1. Memilki
tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi
2. Berani
mengambil risiko dan memikul risiko
3. Memiliki
tujan realistis
4. Memiliki
rencana kerja yang menyeluruh dan berjuan untuk merealisasikan tujuan
5. Memanfaatkan
umpan baik yang konkret dalam semua kegiatan yang dilakukan
6. Mencari
kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah terporgramkan.
3.18 MEMBERIKAN VALUE TERHADAP KARYAWAN
Pemimpin sejati harus dapat melahirkan bintang-bintang
baru dengan mengontribusi nilai (value) kepada karyawan dan organisasinya,
seorang pemimpin akan dirasakan enfaatnya oleh orang lain bila ia mampu
memberikan suatu manfaat bagi orang lain, manfaat itu yang terutama adalah memajukan
orang lain
1. Apresiasi
Beripujian terhadap hal-hal positif
yang dilakukan karyaawan anda, Pujian kehangatan secara personal akan
membangkitkan semangat karyawan.
Studi menunjukan bahwa pengakuan
memiliki dampak positif pada kinerja, baik sendiri maupun dikombinasikan dengan
penghargaan keuangan, menggabungkan penghargaan keuangan dengan nonkeuangan
hampir dua kali lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan penghargaan
tersebut secara terpisah, hasil studi atas pengakuan para responden menyatakan bahwa
mereka sangat menghargai pengakuan sehari-hari dari penyetia rekan kerja maupun
anggota tim lainnya
2. Harapan
dan Optimisme
Pemimpin yang bijak akan mewariskan
perubahan dengan penuh semangat, harapan dan optimism bahwa hari esok akan
lebih baik lagi.
3. Berikan
pengetahuan dan cara-cara baru
Berikan pengetahuan dan cara-cara
baru kepada karyawan anda agar mereka dapat mengatasi masalah pekerjaannya dan
bekerja ebih baiklagi jadikan kehadiran anda membantu karyawan lebh percaya
diri
4. Keteladanan
Sika panda yang rendah hati,
kepemimpinan anda yang kuat dan tegas namun cool, bisa menjadi teladan yang
baik, dan contoh yang baik bagi karyawan – karyawan anda.
BAB IV
Kesimpulan
Jadilah seorang Entrepreneru Leadership yang memiliki modal-modal
seperti point-point diatas, memiliki tujuan jelas untuk dicapai, bertanggung
jawab, integritgas, keberanian dalam mengambil risiko, kesabaran, mendengarkan
ide-ide atau gagasan orang lain, adil dalam memberikan pekerjaan atau upah
terhadap bawahan, dan bisa menejahterakan orang banyak, bisa diandalkan, bisa
bergaul, bisa membuat bawahan untuk loyal kepada kita dalam bekerja untuk
mencapai tujuan bersama, berikanlah dia awards dengan hasil kinerja dia yang
bagus, berikanlah dia apresiasi saat dia melakukan hal-hal baik, berikanlah dia
motivasi untuk semangat kerjanya dan ajarkanlah dia untuk mencapai tujuan
bersama, jelaskan secara detail apa maksud tujuan anda untuk
perusahaan/organisasi anda ke arah yang lebih baik, lakukan lah bersama karyawan
anda team anda, jangan hanya memerintah dan memberikan keputusan serta tanggung
jawab anda kepada bawahan anda, bimbinglah bawahan anda untuk mencapai
kesuksesan, sejahterakan dia dan sejahterakan keluarganya.
4.1 Daftar Putaka
Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi,
Elexmedia, Komputindo, 2015, DR. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto ;
Komentar
Posting Komentar