Bagaimana menjadi seorang pemimpin & pemimpin seperti apa yang harus di ikuti.



KARYA ILMIAH
“Entrepreneur Leadership”
Bagaiman menjadi seorang pemimpin & Pemimpin seperti apa yang harus di ikuti
Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah
Kewirausahaan
Dosen : Dr. Ir. Eddy Soeryanto Si Soegoto



Disusun Oleh :
10114140   Hanifan Musliman                       
Kelas : KWU - 10


PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2017



Abstrak
Entrepreneur adalah pekerjaan yang mulia karena dia bisa memberika orang lain pekerjaan, bisa membantu menghidupi keluarganya yang bekerje kepada kita, dalam sebuah perusahaan atau organisasi, pasti ada yang sering disebut dengan Presider utama, Manager dan Direktur, mereka adalah pemimpin disuatu perusahaan atau bagian yang memiliki bawahan serta visi misi, mereka memikul tanggun jawab dan dituntut setiap harinya untuk selalu berinovasi, kreatif dan bisa membawa perusahan/organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih baik setiap harinya, pemimpin merupakan factor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi / peursahaan dalam mencapai tujuannya, Entrepreneur Leadership adalah kemempuan mengorganisir sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama menggunakan perilaku proaktif kewirausahaan dengan mengoptimalkn risiko, berinovasi untuk memanfaatkan peluang, mengambil tanggung jawab pribadi dan mengelola perubahan dalam lingkungan yang dinamis, mengkedepankan visi dan misi, optimis percaya diri, karena dia memikul banyak harapan orang lain untuk dia wujudkan.






Daftar Isi



BAB I
PENDAHULUAN


Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuati yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat menciptkana lapangan kerja dan berguna bagi banyak orang, sebagai  seseorang yang selalu membawa perubahan, inovasi, ide-ide baru dan aturan baru. Entrepreneur yaitu seeorang yang  mempunyai dan membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, serta asset yang lainnya pada suatu kombinasi yang mampu melakukan suatu perubahan/ menambahkan nilai yang lebih besar daripada nilai yang sebelumnya Pengusaha adalah orang yang dapat dikategorikan sebagai wiraswasta atau wirausaha,dalam entrepreneur pasti tidak terlepas dengan namanya jiwa seorang pemimpin (leadership) tanpa ada yang memimpin maka tidak akan ada perusahaan atau organisasi yang tersetruktur, sukses dan berkembang, dibalik dari pemimpin pasti ada yang namanya karyawan atau anggota, pemimpin tidak bisa memimpin jika tidak ada anggota dan anggota tidak bisa bekerja tanpa ada seorang pemimpin, intinya pemipin dan karyawan saling membutuhkan satu sama lain, Entrepreneur Leadership adalah orang yang berjiwa kreatif, inovatif dan percaya diri, Aspek sumber daya manusia merupakan hal yang menjadi perhatian penting oleh organisasi, sebab berhasil atau tidaknya menghadapi era tersebut sangat tergantu dari pemberdayaan sumber daya manusia, salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan dari pemimpin disebuah perusahaan atau organisasi adalah gaya kepemimpinan, sesuai kenyataan bahwa tinggi rendahnya tingkat kinerja seorang akan sangat bergantu pada gaya kepmimpinannya atasan didala perusahaannya, pemimpin memiliki pengaruh yang besar dalam kepentingan perusahaan maupun organisasi tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan seorang pemimpin harus mempunyai visi dan misi yang kuat, mimpi yang besar dan kepercayaan diri, setiap pemimpin memilik gaya kepemimpinannya masing-masing, setiap manusia yang terlahir didunia ini memiliki bakat untuk memimpin, bakat memimpin bisa di asah melalui pendidikan, didikan dari keluarga, atau organisasi di sekolah maupun lingkungan, ingin menjadi pengusaha berarti harus bisa memimpin,  memimpin berarti bisa mempengaruhi orang lain dengan cara dan kecerdikan kita masing - masing, untuk menjadi seoran pemimpin kita mesti belajar beberapa sikap, modal dan cara bagaimana bisa memimpin orang lain memotivasi orang lain, supaya orang yang bekerja kepada kita bisa memiliki rasa  loyal dan tanggung jawab kepada pekerjaannya sendiri, dalam penelitian ini penulis menganalisis tentang tema Entrepreneur Leadership menganalisi tentang pemimpin seperti apa yang harus diikuti dalam sebuah organisasai atau perusahaan, ciri-ciri pemimpin yang baik, fungsi kepemimpinan, tugas seorang pemimpin, model-model kepemimpinan dan bagaimana caranya menjadi Entrepreneur Leadership, modal apa saja yang harus dimilik untuk menjadi memimpin sebuah perusahaan/organisasi, gaya – gaya pemimpin dan memimpin perushaan sendiri, memiliki banyak karyawan, memotivasi karyawan, mensejahterkan karyawan serta mentelaah model peran serta bawahan, berlaku adil, bertanggung jawab serta bisa jeli dalam melihat peluang, jeli melihat SDM dan mampu bersaing dengan pembisnis ulung lain.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Modal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Entrepreneur Leadership.
2.      Ciri-Ciri Pemimpin yang bisa diikuti dan di percayai
3.      Model - Model kepemimpinan
4.      Perbedaan Pemimpin Kreatif dan Pemimpin Reaktif
5.      Bagaimana caranya memotivasi karyawan/anggota.
Penelitian ini dibuat dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui modal apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang Entrepreneur Leadership
2.      Mengetahui Ciri – Ciri Pemimpin yang bisa diikuti dan dipercayai
3.      Mengetahui Model – Model Kepemipinan.
4.      Mengetahui Perbedaan Pemimpin Kreatif dan Pemimpin Reaktif.
5.      Mengetahui cara Memotivasi Karyawan/Anggota.

BAB II

LANDASAN TEORI

Eddy Soeryanto Soegoto  (2016:95)  mendefinisikan  bahwa Kunci Sukses memulai bisnis yakni jeli melihat peluang bisnis, memiliki Ide Cemerlang, Tekad Diri yang Kuat, dan modal diri 7 K: Kompetensi, Kecerdasan, Keberanian, Keyakinan, Ketekunan, Keuletan, Kerajinan.
Eddy Soeryanto Soegoto (2016:208) mendefinisikan bahwa Seorang Entrepreneur harus piawai mengelola keuangan usaha dengan pola 5T: Tepat, Terukur, Terencana, Terkontrol dan Terbaik. Berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang benar agar dapat menjalankan, mengembangkan dan memajukan usaha atau perusahaannya
Seorang pemimin adalah orang yang haris memiki kemampuan : Problem solve, Visioner, Sistematik, Responsif, Disiplin, Intergity, Demokratis, Kreatifitas dan Responsible, mampu memotivasi mengapresiasi dan menginspirasi orang serta piawai menggerakan sumber daya organisasi untuk memjukan perusahaan atau organisasinya (Eddy Soeryanto Soegoto)
           




Pengusaha adalah orang yang dapat dikategorikan sebagai Wiraswasta atau Wirausaha (teori ekonomi modern), Bila usahanya stagnan atau tidak berkembang makan pengusaha tersebut disebut sebagai wiraswasta, sedangkan bila usahanya tumbu disebut sebagai wirausaha.
Wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang berjiwa kreatif dan inovatif yang mampu mendirikan, membangun, mengembangkan, memajukan dan menjadikan perusahaanya unggul.
Mendefinisikan bahwa seorang Entrepreneur harus piawai mengelola keuangan dengan pola 5T : Tepat, Terukur, Terencana, Terkontrol dan Terbaik, berdasarkan prinsip – prinsip pengelolaan keuangan yang benar agar dapat menjalankan, mengembangkan dan memajukan usaha atau perusahaannya.

Entrepreneur adalah orang yang berjiwa kreatif, Inovatif, Mandiri, Percaya diri, ulet & Tekun, Rajin, Disiplin, Siap menhadapi Risiko, Membangun, Mengembangkan, Memajukan dan Menjadikan usaha atau perusahaanya unggul (Eddy Soeryanto Soegoto, 2009)
Hakikat Entrepreneur adalah orang-orang yang memililki kemampuan melihat dan menilai kesempatan – kesempatan bisnis, jeli dalam melihat peluan dan tepat dalam mengambil keputusan, mengumpulkan sumber daya yang tepat dan menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan kemampuannya, seorang Entrepreneur Leadership tidak hanya dapat berencana,  berkata-kata dan menyebar janji, tetapi juga harus disertai dengan memulai dan berbuat, merealisasikan rencan – rencana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses, maka dibutuhkan kreativitas, yaitu pola piker tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam memikirkan sesuatu yang baru.

Ciri dan sifat seorang entrepreneur ditunjukan pada table berikut :
CIRI
SIFAT

1.      Percaya diri
Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimism
2.      Berorientasi tugas dan hasil
Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada labar, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif
3.      Pengambil Risiko
Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan
4.      Kepemimpinan
Berjiwa pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran atau kritik yang membangun
5.      Keorisinilan

Memilikin inovasi dan kreativititas tinggi, fleksibel, serbas bisa dan memiliki karingan bisnis yang luas
6.      Berorientasi ke masa daepan
Persepsi dan memiliki cara pandang/cara piker yang berorerientasi pada masa depan
7.      Jujur dan tekun
Mengutamakan kejujuran dalam bekerja dan tekun dalam menyelsaikan kerja.

2.4   Hakikat/Esensi Enterpreneurship


Enterpreneurship atau kewirausahaan adalah usaha kecil yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat.,menciptakan lapangan pekerjaan dan hasilnya berguna untuk orang lain.
Hakikat Enterpreneurship adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempapatan-kesempatan  bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan  untuk mengambil tindaka yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemampuan untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secar kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.
Hakikat Enterpreneurship :
1.      Enterpreneurship adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya,tenaga penggerak, tujuan , siasat,kiat,proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi ,1994)
2.      Enterpreneurship adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha(Soeharto Prawiro ,1997)
3.      Enterpreneurship adalah suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru(kreatif) dan berbeda(inovatif) yang bermanfaat memberikan  nilai lebih.
4.      Enterpreneurship dalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
5.      Enterpreneurship adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha(Zimmerer,1996)
6.      Enterpreneurship adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untun memenangkan persaingan.


BAB III
PEMBAHASAN



Salah satu sikap yang harus dimiliki dalam membangun dan mengembangkan usaha adalah :

1.      Disiplin
Disiplin atas ketepatan waktu, disiplin atas kualitas pekerjaan, disiplin atas kinerja kerja, disiplin atas kesepakatan yang telah dibuat dan saling diseteuji.

2.      Berkomitmen tinggi
Memiliki komitement yang tinggi, jelas terarah dan bersifat progresif, tidak hanya memberikan janji, tapi melaksanakan janjinya sebaik-baik mungkin dan mewujudkan apa yang sudah dia janjikan dengan kinerja yang maksimal, komitmen akan mendorong rasa percaya diri dan semangat kerja, menjalankan tugas menuju perubahan ke arah yang lebih baik, komitmen terhadap konsumen adalah pelayanan yang prima yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan dan problem solving bagi masalah konsumen sehingga kepercayaan konsumen akan berimbas pada pembelian yang terus meningkat sehingga profit perusahaan dan rating perusahaan meningkat.

3.      Kejujuran
Kejujuran berarti dapat dipercaya, kejujuran adalah kebijaksanaan terbaik kejujuran sangat melekat pada konsep pemasaran yang berorientasi pada kepuasan konsumen, sebagai wirausaha harus menjunjung tinggi kejujuran dalam melakukan kegiatan usahanya sehingga akan mendapatkan konsumen actual dan potensial baik jangka pendek maupun jangka panjang

4.      Kreatifitas
Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam melakukan pemecahan dan menemukan peluang maupun solusi, untuk memenangkan persaingan makan seorang wirausahawan harus memiliki daya kreatifitas yang tinggi, kreatifitas tersebut sebaiknya dilandasi dengan cara berfikir yang maju, gagasan- gagasan yang kuat dan baru yang berbeda dengan produk – produk lainnya yang telah ada dipasar.
Gagasan – gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, waktu, ataupun waktu, justru sering ide sepicles langung muncul seketika ide-ide tersebut memberikan terobosan-terobosan yang baru dalam dunia usaha.



5.      Inovatif
Inovasi yang dibutuhkan dalam kemampuan berwirausaha salah satunya adalah menambahkan nilai guna bermanfaat terhadap suatu produk tersebut dimata konsumen, ciri-ciri orang yang inovatif adalah :
1.      Terbuka terhadap pengalaman, selalu berminat dan tanggap terhadap gejala disekitar kehidupannya
2.      Kreatif dalam berimajinasi, wirausahawan memiliki kemampuan bekerja dengan penuh imajinasi
3.      Teguh dan memiliki keyakinan atas penilaian dirinya, teguh pada pendirian dirinya sendiri
4.      Selalu melihat masalah dari segi lain, tidak monoton dan selalu cerdik dalam memecahkan masalah.
5.      Memilik tugas untuk selalu berprestasi dan mau ikut selalu berpartisipasi dalam setiap kompetisi
6.      Sehat jasmani dan rohani
7.      Memiliki berbagai akalm cerdas dan energik
8.      Siap bekerja ditempatkan dimanapun dan dalam kondisi apapun.

6.      Mandiri
Seorang  Entrepreneur leadership harus memilik sikap mandiri dalam mengelola usahanya, tidak bergantung pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, siap dalam mencukupi kebutuhan usahanya

7.      Realistis
Dalam melakukan penetapan keputusan bisnis harus realistis, objektif dan rasional dengan melihat fakta/realistis dilapangan dan menyeleksi masukan atau saran dari luar.

3.2        KEMAMPUAN ENTREPRENEUR
Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan (ability) yang bersifat kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, membuat sesuatu yang belum ada atau memperbaruhi sesutau yang sudah ada menjadi produk yang lebih baik, mencari peluan, jeli dalam melihat peluang, berani menangggung risiko, mampu mengembangkan ide, mampu memanfaatkan sumber daya dengan sebaik-baiknya mungkin, mampu melestarika sumber daya, mampu meminimalisir biaya pengeluaran tapi bisa mencipatakan produk yang bagus.

Seorang Entrepreneur harus memiliki kemampuan :

1.      Self knowledge, yaitu memilik pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditekuni
2.      Imagination, yaitu memiliki imajinasi, ide dan perspektif serta tidak mengandalkan sukses masal lalu
3.      Pratical knowledge
Yaitu memiliki pengetahuan praktis, missal pengetahuan, desain, processing, pembukuan, administrant dan pemasaran.
4.      Search skill, yaitu kemampuan untuk menemukan, mengulik dan berkreasi
5.      Foresight, yaitu memiliki kemampuan berpandangan jauh kedepan
6.      Compation skill, yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan dating
7.      Communication skill, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul, dan berinteraksi dengan orang lain

Keterampilan (skill) yang diperlukan seorang Entrepreneur Leadership untuk menunjang dan mempertahankan usahanya adalah :
1.      Technical skill
Yaitu keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas dibidang spesialis tertentu, semisal keahlian menggambar desain, analisis data dan akuntan-audior.

2.      Human Relation Skill
Yaitu keterampilan untuk memahami, mengerti, bergaul dan berealasi dengan orang lain dalam suatu organisasi tersetruktur.

3.      Conceptual Skill
Yaitu keterampilan personal untuk berfikir abstrak, untuk mendiagnosis dan untuk menganalisis situasu yang berbeda, memikirkan konsep yang baru dan skill ini sangat penting dalam memperoleh peluang dipasar serta bersaing dipasaran.

4.      Descision making skill
Yaitu keterampilan dalam memecahkan masalah menggunaka metode yang simple, pintar dalam memilih menggunakan metode yang pantas dalam menangani berbagai masalah.

5.      Time Management Skill
Yaitu keterampilan dalam memanfaatkan waktu seproduktif mungkin seefisien mungkin

6.      Individual Skill and Attitude
Yaitu skill dirisendiri dan sikap attitude dalam bekerja, attitude sendiri sangat diperlukan saat menawarkan produk

7.      Know ledge of business
Mengetahui bisnis apa yang akan kita masuki, mengetahui saat yang tepat untuk melihat peluang dan malakukan usaha.

8.      Establishment of goal
Keteguhan jiwa dan pikiran, pemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan.

9.      Take advantages of the opportunities
Unggul dalam menemukan peluang, jeli dalam melihat peluan, tepat dalam mengambil peluang bisnis.

10.  Adapt to the change
Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan kemampuan untuk fleksibel dalam pekerjaan

11.  Minimize the threats to business
Kemampuan untuk meminimalkan risiko terhadap perusahaan dan kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan.

3.4             FAKTOR PADA ENTREPRENEUR

Berikut adalah faktor-faktor yang harus ada dalam seorang Entrepreneur adalah :

1.      The Creativity
Kreatif dalam menghasilkan sesuatu yang belum ada sebelumnya itu akan menambahkan nilai tersendiri di produk tersebut, pertambahan nilai ini pun tidak hanya diakui oleh wirausaha tapi hasil nilai akan dinikmati oleh pelanggan tersebut.

2.      The Commitmen
Memiliki komitmen yang teguh, kokoh dan tinggi terhadap apa yang ingin dicapai dan harus disertai dengan aksi untuk mencapai apa yang diinginkan tersebut.

3.      The Risk
Siap menghadapai apapun risiko yang akan diterima, baik secara keuangan, logistic, fisikm dan risiko sosial.

4.      The Reward
Penghargaan kepada dirisendiri atau terhadap oranglain. Penghargaan yang berartikan kebebasan dalam kepuasan diri sendiri, sedangkan reward biasanya berupa uang, piagam atau piala sebagai suatu derajat atas kesuksessannya.


Kepemimpinan (leadership) adalah seseorang yang mengarahkan, memberi instruksi dan mempengaruhi orang lain dengan caranya tersendiri, supaya orang lain bisa bekerja bersamanya, membantu mencapai mimpi-mimpi besarnya.

Kepemimpinan adalah :

a.       Sifat yang dimiliki seseorang sifat yang melekat pada diri seseorang, seperti : Kemampuan, kesanggupan dan Kepercayaan.
b.      Serangkaian kegiatan seseorang yang memimpin sebuah organisasi/perusahaan yang tidak dapat dipisahkan dengan gaya serta kedudukan pemimpin tersebut.
c.       Proses interaksi antara pemimpin dengan bawaha dan keadaan dalam situasi pekerjaan.
d.      Seni untuk menciptkan kesesuaian paham dan mengerti satu sama lain
e.       Bentuk kepercayaan, persuasi dan inspirasi
f.       Seseorang yang mempunyai bakat mempengaruhi dengan baik
g.      Tindakan dan perilaku
h.      Hasil dan Interaksi
i.        Inisiasi terstruktur

Pemimpin harus :
·         Memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai, karena dia mengemban banyak karyawan tidak hanya dirinya sendiri.
·         Tanggung jawab, apapun keputusannya dan perintahnya maka diapun harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan.
·         Bernilaikan yang sejati dan sesungguhnya
·         Sabar dan siap mendengarkan ide, suara atau gagasan dari orang lain, tapi tidak untuk dikendalikan oleh orang lain
·         Berani mengambil risiko.
·         Komunikasi menggunakan Bahasa yang baik, simple dan mudah dimengerti
·         Tindakan atau aksi yang sesungguhnya.





Pemimpin sebagai Eksekutif Leader Pemimpin, sering kali disebut sebagai Manager, CEO, atau Direktur, salah satu fungsinya adalah menerjemahkan kebijaksanaan menjadi kegiatan, menjelaskan visi dan mimpinya, proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuannya, memimpin dan mengawasi tindakan/pekerjaan yang menjadi bawahannya menjadi tanggung jawabnya, mebuat keputusan-keputusan yang kemudian dia perintahkan untuk dilaksanakan, gaya kepemimpinan ini biasanya banyak ditemukan di perusahaan atau instansi.
a.       Pemimpin sebagai Hakim (Penengah)
Pemimpin yang adil harus bisa menengahi dalam suatu masalah/perbedaan, dia harus cerdik menemukan solusi dalam setiap masalah, semisal ketika sedang rapat dari kubu A inginkan menggunakan cara A dari kubu C inginkan menggunakan cara C, pemimpin itu harus cerdik mengambil jalan tengah dengan cara mengkombinasikan cara A dan cara C sehingga terciptanya cara baru cara B dalam menyelesaikan masalahnya, tidak boleh lebih condong ke kiri atau kanan, jika dianalogikan maka seperti wasit dalam pertandingan sepak bola, dia harus mampu melaksanakan tugasnya sebagai penengah
b.      Pemimpin sebagai penganjur
Pemimpin sebagai propagandis, sebagai juru bicara, sebagai seseorang yang bertugas untuk membela karyawannya/anggotanya, pemimpin sebagai mentor bagi anak didiknya.
c.       Pemimpin Diskusi
Tipe pemimpin seperti ini sering kita jumpai di lingkunagn, pemimpin seperti Ini pemimpin yang sangat siap untuk mendengarkan segala tanggapan, ide ataupun masukan bagi dirinya, seseorang yang secara lengkap memenuhi kriteria kepemimpinan demokratis dialah orang yang cocok dalam menerima peranannya sebagai pemimpin diskusi.
3.7        TEORI KEPEMIMPINAN
Teori sifat
Teori ini menyatakan bahwa salah satu alasan suksesnya seorang pemimpin adalah ditentukan oleh sifat-sifat dan gaya kepemimpinan pemimpin tersebut, kualitas seorang pemimpin yakni sesuai dengan berbagai sifat, atau ciri-ciri sifat setiap pemimpin didalamnya.

3.8     Ciri-Ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin

Pengetahuan dan wawasan yang luas, daya ingat yang kuat, rasioanalitas, loyalita, inisiatif yang baik, flesibilitas, adaptasi yang cepat, orientasi berpandangan ke masa depa, kepekaan , tepat waktu, keteladanan, ketegasan, keberanian, optimis, percaya diri, kesediaan menjadi pendengar yang baik kemampuan untuk bertumbuh dengan baik, mau berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, bisa membedakan mana yang lebih penting dan yang harus didahulukan, keterampilan mendidik dan berkomunikasi secara efektif, Teori sifat sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan, walaupun demikian teori sifat memeiliki beberapa kelemehan diantarany adalah : terlalu bersifat deskrpitif, tidak selalu ada relavanssi. Di angga sebagai teori yang sudah ketinggalan zaman, namun apabila di telaaah teori ini banyak sekali tercantum nilai-nilan moral dan akhlak yang baik terkandung didalamnya, mengenai rumusan sifat, ciri-ciri menjadi seseorang pemimpin yang baik, sangat diperlukan untuk anda yang ini menjadi pemimpin keteladanan

Teori Perilaku
Menyatakan bahwa seorang perilaku pemimpin dalam mengarah atau melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok merupakan perilaku individu pemipin, untuk mencapai tujuannya, beberapa deskripsi dalam perilaku pemimpin :

a.       Konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku ini adalah dimana seorang pemimpin lebih mementingkan bawahannya ketibang dirinya sendiri, lebih mementingkan tugas pekerjaanya ketibang tugas diris endiri perilaku pemipin seperti ini memiliki ciri-ciri : ramah tamah, mau berkonsultasi, menerima usut-usut dan kesejahteraan bawhannya, serta tidak adanya batasan tingkatan, memperlakukan bawahannya setingkat dirinya.

b.      Berorrientasi kepada bawahan dan produksi
Perilaku ini adalah dimana seorang pemimpin berorientasi kepada bawahannya, dia menceritakan apa saja yang ingin dia capai, perhatian pribadi, pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan, memfasilitasi kebutuhan bawahan, serta mau menerima perbedaan kepribadian dan kemampuan yang dimiliki bawahannya, pemimpin yang cenderung memiliki kemampuan beroreientasi pada  produksi memiliki penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutmaan penyelanggaraan dan tugas pencapian tujuannya.

Dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa (Teori pelaku) atau dalam Bahasa inggris di sebut behavioral theory memiliki antaran karakteristik antara lain :

·         Kepemimpinan memiliki sedikitnya dua dimensi yang lebih kompleks disbanding teori sebelumnya yaitu genetic dan train.
·         Gaya kepemimpinan yang fleksibel : pemimpin dapat menggantik tugas atau sumber daya manusianya sesuai kebutuhan tujuannya.
·         Gaya kepemimpinan yang tidak muncul begitu saja, tetapi dia pelajari,atau dia ngulik sendiri.
·         Tidak ada satupun gaya yang paling bencar, kecuali efektivitas kepemimpinan bergantung pada kebutuhan dan situasi.
Teori situasional.
Keberhasilan seorang pemimpin dalam teori situasional ini adalah ditentukan dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan perilaku tertentu, dengan mengarah ketuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional, yang siap dihadapi dengan menghitung factor waktu dan tempat.
Faktor situasional yang sanagat berpengaruh terhadap setiap gaya kepemimpinan adalah :
·         Kompleknya tugas dan jenis pekerjaan
·         Peralatan dan sifat teknologi kecanggihan yang digunakan.
·         Persepsi, sikap, dan gaya kepemimpinan seseorang.
·         Norma-Norma yang dianut kelompok tersebut.
·         Rentang terkendali
·         Ancaman dari luar organisasi
·         Tingkat Setres
·         Iklim atau aura yang terdapat dalam organisasi.
Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan dampak dan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.
·         Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan social, pengalaman, individu, motivasi dan penelitian terhadap penghargaan yang telah disediakan oleh perusahaan.
·         Karakteristik pekerjaan : tugas yang memiliki banyak tantangan dan rintangan akan membuat seseorang atau team sangat bersemangat, tingkat kerja sama kelompok akan sangat berdampak terhadap efektivitas pemimpiinya.
·         Karakteristik organisasi : budaya serta pengalaman mendalam di organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan factor yang berpengaruh terhadap efektivitas pemimpinnya.
·         Karakterisitik pekerja : Kepribadian, skill individu, kebutuhan, keterampilan, pengalaman bawahan akan sangat berpengaruh terhadap gaya memimpinnya.

3.9     TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN

1.      Tipe Otokratis
Ciri-cirinya adalah :
a.       Lebih mengandalkan kepada kekuatan dan kekuasaan
b.      Menganggap dirinya yang paling berkuasa dan paling harus dilaksanakan segala keputusannya
c.       Keras dalam mempertahankan prinsipnya
d.      Tidak mengenal bawaha, dalam arti tidak mau bergaul dengan bawahan (jauh pada bawahan)
e.       Memerintah secara paksa.

2.      Tipe Laisessez Faire
Ciri-cirinya adalah :
a.       Memberikan kebebasan terhadap karyawannya
b.      Pemimpin yang tidak mau terlibat dalam kegiatan atau proyek
c.       Semua  tanggung jawab dilimpahkan terhadap bawahannya
d.      Tidak memiliki sama sekali wibawa
e.       Tidak Mengawasi karyawannya dengan baikidak berkordinasi dengan karyawannya
f.       Pemimpin yang acuh terhadap bawahannya

3.      Tipe paternalistic
a.       Ciri-cirinya adalah :
b.      Pemimpin yang bertindak sebagai bapak
c.       Memperlakukan karyawannya seperti orang yg belum dewasa.
d.      Selalu memberikan perlindungan terhadap bawahannya
e.       Selalu membela bawahannya
f.       Keputusan ada ditangan seorang pemimpin

4.      Tipe Militeristik
Ciri-cirinya adalah :
a.       Dalam berkomunikasi menggunakan saluran formal
b.      Menggunakan system komando atau perintah
c.       Segala sesuatu bersifat formal
d.      Disiplin yang tinggi, lebih bersifat kaku
e.       Jarang bercanda dengan bawahannya

5.      Tipe Demokratis
Ciri-cirinya adalah :
a.       Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
b.      Bersifat terbuka
c.       Terhadap bawahan diberikan kesempatan untuk memberikan sararn dan ide-ide baru
d.      Saat pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
e.       Menghargai bakat-bakat bawahannya

6.      Tipe Open Leadership
Tipe ini hanpir mirip dengan tipe Demokratis, perbedaannya terletak pada pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan diambil oleh sepihak, yaitu keputusan ada ditangan pemimpin seorang.

3.10     MODEL-MODEL KEPEMIMPINAN

a.       Model Otokratis – Demokratis
Pemimpin yang memiliki gaya memimpin otokratis akan mengambil segala keputusan sendiri.
Ciri kepemimpinan yang menonjol pada gaya ini adalah ketegasan disertai perilaku yang berorientasi dalam menyelesaikan tugas.
Pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan dipekerjaannya, ciri kepemimpinan yang menonjol lainnya adalah menjad pendengar yang baik, disertai perilaku memberikan perhatian pada sagala kepentingan dan kebutuhan bawahannya.
b.      Model interaksi atas dan bawahannya
Menurut model ini, efektifitas kepemimpinan seseorang brgantung pada interaksi yang terjadi pemimpin dengan bawahannya.
Semakin jauh interaksi interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan.

Seseorang akan menjdi pemimpin yang efektif apabila memilik pemikiran seperti dibawah ini :

Ø  Jalur interaksi, hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik.
Ø  Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi
Ø  Mempunyai posisi kewenangan pemimpin yang kuat.
c.       Model Situasional
Efektifitas kepemimpinan seseorang bergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu, dan tingkat kematangan dan pola piker dewasa bawahan. Bedasarkan model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas dan bawahannya yang berkaitan atas dan bawahannya, berdasarkan tersebut gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah :

·         Memberi tahukan, pemimpin memberi instruksi terhadap bawahannya, pemimpin mengawasi tugas dan perilaku kinerja anak buahnya.
·         Menjual, Pemimpin menjelaskan keputusannya dalam membuat keputusan dan memberikan kesempatan pada bawahannya untuk bertanya apabila kurang jelas keputusan yang telah dibuat.
·         Mengajak bawahan untuk turun ikut serta, pemimpin memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan.
·         Melakukan pendelegasian atau memberikan segala keputusannya kepada bawahannya yang menyanggupi

Gaya Kepemimpinan Situasional
Kerja tinggin + Kompak tinggi
Kerja tinggin + Kompak rendah
·         Membentuk kelompok yang baru
·         Kelompok yang sudah kehilangan arah dan tujuan
Pemimpin menjadi model contoh.
Jika dalam situasi gawat militer, persaingan bisnis yang ketat.
Kerja rendah  + Kompak tinggi
Kerja Rendah + kompak rendah
Untuk kelompok social – rekreatif
Untuk kelompok yang sudah jadi
Menguatamakan keakraban dan suasana santai
Kelompok yang sudah jelas arah dan tujuannya


d.      Model jalan tujuan (Path goal)
Pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mau membimbing dan menunjukan jalan pada bawahannya dengan kejelasan tugas dan perhatian serta kepentingan bawahannya, pemimpin seperti ini merupakan mentor yang terbaik.
      Menurut teori path-goal. Perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahannya pada tingkat tertentu, pada tingkatan yang mana bawahannya memandang sebagai sumber kepuasan sebagai contoh kinerja yang baik dimasa mendatang, perilaku pemimpin memberikan motivasi kepada bawahannya apabila : 1 membuat bawahan merasa butuh support percaya diri dalam pencapaian kinerja yang efektif, 2 : memberikan arahan, dukungan, bahkan nasihat dan penghargaan yang diperlukan untuk kinerja yang efektif. Model kepemimpinan path-goal berusaha meramalkan efektifitas kepemimpinan dalam berbagai situasi, menurut model ini, pemimpin menjadi lebih efektif karena pengaruh motivasi mereka yang positif, pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan pengembangandiri dan jalan untuk menggapai tujuan.

e.       Model peran serta bawahan
Model ini dikaitkan dengan perilaku pemimpin dengan proses pengambilan keputusan yang harus disesuaikan oleh bawahannya, disetujui oleh pimipinannya.
      Syarat penting dalam pengambilan keputusan ini adalah, adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh karyawannya dalam menentukan tingkat dan bentuk sesuai peran dari bawahan dalam mengambil sebuah keputusan, bentuk tingkat peran serta bawahan tersebut di titik beratkan oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.

Seseorang harus menjadi pemipin yang efektif apabila :
1.      Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik
2.      Pemberian tugas sesuai dengan sumber daya manusia
3.      Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi
4.      Posisi kewenangan pemimpin dan kekuasaan pemimpin yang tergolong kuat.

5.      PEMIMPIN VISIONING

Visioning merupakan kemampuan memberikan gambaran serta impian atau tujuan yang diharapkan pada suato organisasi, pemimpin harus bisa meletakan mimpi bersama dan kehendak bersama untuk diwujudkan bersama, visi memberikan arah kemana ini perusahaan/organisasi akan diarahkan.

Pemimpin visioning adalah pemimpin yang melakukan kegiatan, dan memikirkan cara untuk merumuskan masa depan perushaan yang harus berkembang dari waktu ke waktu.

Pada hakikatnya kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang mampu untuk menciptakan dan mengantarkan perubahan visi dan misi yang baik serta realistis, dan mendorong para bawahannya untuk tumbuh serta berkembang maju ke masa depan yang lebih baik.

6.      PEMIMPIN KREATIF
Pemimpin kreatif adalah pemimpin yang dapat mengendalikan agresi vitasnya dalam bentuk komunikasi yang teratur serta dapat membangkitkan semangat kerja, melihat masalah dari sudut yang berbeda sehingga bisa menemukan solusi dengan mudah.

PEMIMPIN REAKTIF
Terlalu cepat beraksi dan memutuskan pada setiap hal, mudah tersinggung, cenderung menutup diri terhadap alternaitf social.

Cir-Ciri kedua tipe pemimpin ini dapat dilihat pada table berikut :

Pemimpin Kreatif
·         Pemimpin Reaktif
·         Objektif
·         Cepat tersinggung
·         Idealis
·         Konservatif
·         Berpikir positif
·         Mencurigai
·         Wawasan luas dan idenya cemerlang
·         Wawasan sempit
·         Bisa memotivasi tinggi, berenergik
·         Iri, dengki, cemburuan
·         Cenderung bisa membawa perubahan lebih baik
·         Tidak mau berubah, menolah perubahan
·         Can do, we can do it
·         Cause & effect


Pemimpin yang beroreientasi

·         Pemimpin yang Berorientasi pada pekerjaan
·         Pemimpin yang berorientasi pada hubungan
·         Kemampuan beradaptasi dengan situasi
·         Kemampuan memobilisasi
·         Punya arah yang jelas
·         Membangun Orchesta
·         Pengambil risiko
·         Berinspirasi tinggi
·         Selalu meng-guide orang lain
·         Memuaskan kebutuhan orang
·         Mengoptimalkan umpan balik
·         Membuat kinerja berarti bagi orang lain
·         Kinerja yang stabil
·         Melibatkan diri secara emosional
·         Bertanya secara kritis
·         Menjunjung tinggi nilai – nilai promosi
·         Berorientasi kepada konsumen
·         Bertindak sebagai pembantu

Kepemimpinan yang lebih menaruh perhatian kepada perilaku pemimpin yang lain yaitu mengarah pada penyusunan rencana kerja, pentepanan pola organisasi, adanaya saluran organisasi, saluran komunikasi, metode kerja dan prosedur pencapaian tujuan yang jelas

Setiap karyawan suatu perusahan atau anggota dalam organisasi memiliki pengharapan atas apa yang mereka telah kerjakan, kontribusi karyawan loyalitas anggota terhadap perusahaan atau organisasi dan insentif yang diberikan organisasi/perusahaan atas prestasi kerja karyawan/anggotanya akan berdampak pada kepuasan kerja dan semngat kerja karyawannya.
Kepuasan kerja, adalah tingkatan kenikmatan yang diterimas seseorang  dalam melaksanakan kerjanya dan memberikan hasil kinerja yang baik kepada perusahaan / organisasi, orang akan puas apabila menikmati pekerjaanya, karyawan yang puas telah mendapatkan prestasi cenderung memili semangat kerja yang tinggi.
                        TEORI MOTIVASI
Motivasi adala serangkaian serangkaian kekuatan, perkataan yang membangun jiwa semangat seseorang, Memotivasi karyawan merupakan salah satu tugas seorang Leadership, karyawan dengan motivasi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang baik dan maksimal, sebaliknya jika motivasi karyawannya rendah maka akan rendah kinerjanya dan kurang makimal, Motivasi atau dorongan terhadap karyawan untuk bersedia bekerja keras dan memberikan hasil kerja yang bagus, terdapat dua macam motivasi :

a.       Motivasi finansial dengan dilakukannya dan memerbikan imbalan finansial kepada karyawan, imbalan tersebut sering disebut insentif
b.      Motivasi nonfungsial, dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial/uang, akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian, penghargaan, pendekatan manusia, dan lain sebagainya (gitosudarmo dan mulyono)

3.12   TEORI MOTIVASI KLASIK

Teori ini menyatakan bahwa para pekerja, termotivasi semata-mata oleh uang, teori ini dikemukakan oleh fredick taylor (USA-Philadelphia) diawal abad ke duapuluh, dalam bukunya : the princeiples of scientific management, dimana perusahaan diarankan untuk membayar lebih banyak uang yang mendorong karyawan berproduksi lebih banyak.
Pendekatan ini dikenal sebagai manajemein ilmiah dan menghasilkan penelitian waktu dan gerakan (time studies) yaitu teknik-teknik rekasaya industry bagi efesiensi pekerjaan di perusahaan.
TEORI MOTIVASI KONTEMPORER
Teori motivasi kontemporer meliputi beberapa model, yaitu : model hierarki kebutuhan, sumber daya manusia, teori dua factor, teori ekspetansi dan teori keadilan

3.13   MODEL HIERARIKI KEBUTUHAN MASLOW

Kebuthan yang bersifat hierarki dari tingkatan yang rendah ke yang lebih tinggimemengaruhi motivasi dan kebutuhan karyawan, teori Maslow menunjukan bahwa setiap orang memiliki tingkatan terendah ketertinggi adalah : tempat tinggal, stabilitas, pertemanan, status pemenuhan diri.

3.14   MODEL SUMBER DAYA MANUSIA : TEORI X TEORI Y, DAN TEORI Z

Teori X menyatakan bahwan orang-orang pada dasarnya malas dan tidak mau bekerja sama, umumnya karyawan tidak berambisi mencapai prestasi yang optimal, dan selalu menghindarkan tanggung jawabnya dengan cara mengambinghitamkan orang lain. Karyawan lebih suka dibimbing, akaryawan yang mementingkan diri sendiri dan tidak memperdulikan tujuan organisasi, karenanya merka harus dihukum atau diberi imbalan agar menjadi lebih produktif.
a.       Secaran inheran karyawan tertanan dalam dirinya tidak menyukai kerja
b.      Karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan
c.       Karyawan akan menghadiri tanggung jawab
d.      Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Teori Y menyatakan bahwa orang-orang pada dasarnya energik, mau berorientasi dan berkembang, memotivasi diri sendiri, dan tertarik untuk menjadi produktif, rata-ratra karyawan rajin dan menganggap sesungguhnya bekerja, sama wajarnya dengan bermain dan istirahat lazimnya karyawan dapet memikul tanggung jawab dan berambisi untuk maju dengan mencapai prestasi kerja optimal.
Kontras dengan pandangan negative ini merupakan kodrat manusia, ada empat teori Y diantaranya adalah :
a.        Karyawan dapat memandang kerja sama dengan sewajarnya seperti sedan istirahat atau bermain.
b.      Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran
c.       Rata- raita orang akan menerima tanggung jawab
d.      Kemampuan untuk mengambil keputusan inovtif

Teori Z merupakan pendekatan kepemimpinan yang menekan penyertaan karyawan pada semua tingkat dan memperlakukan mereka seperti keluarga.
Teori Y menggabungkan teori hal hal terbaik dari teori X dan teori Y, seperti yang dinyatakan dalam tujuh prinsip, ketenaga kerjaan jangka panjang, pengambilan keputusan, dan promosi peralahan, kendali informal dengan pengukuran pengukuran formal, suatu derajat tingkat yang moderat dari spesialisasi karier, dan suatu perhatian yang holistic untuk setiap individu

TEORI HARAPAN

Teori harapan menyebutkan bahwa para pekerja melandasi usaha mereka dengan harapan akan penghargaan untuk kinerja tersebut, dan nilai dari penghargaan itu, Teori motivasi ini menyatakan bahwa orang- orang termotivasi bekerja karena ingin mendapatkan imbalan yan mereka inginkan dan bahwa mereka percaya mereka mempunyai peluan atau harapan yang masuk akal ntuk dapat meraihnya.

Teori ini dapat menjelaskan mengapa orang tidak bekerja sekeras mungkin ketika gaji mereka semata-mata didasarkan atas senioritas atau tindakan mempengaruihi kerja keras tersebut, ushaa perorarangan, kinerja perseorangan, penghargan organisasi, tujuan perseorangan.

3.15    STRATEGI MEMOTIVASI KARYAWAN

Untuk meningkatkan kepuasan dan semngat kerja serta memotivasi karyawan dalam berprestasi dapat dilakukan denang beberapa metode berikut :
      Modifikasi perilaku
Modifikasi perilaku merupakan penerapan sistemastis atas penghargaan-penghargaan dan hukuman-hukuman (rewars and punishments) untuk mengubah perilaku karywan
Para manajer dapat meotivasi karyawan dengan perilaku-perilaku pengaruh mereka (penguatan) atas perilaku positif dan mengurangi perilaku negative

3.16   MENENTUKAN SASARAN

Menentukan sasaran bisa merupakan suatu cara yang efektif unutk memotivasi karyawan.
Penetapan sasaran secara bersama-sama dari atas sampai level bawah organisasi akan membantu para manager mengimplemasikan dan melaksanakan rencana kerja mereka, kegiatan kolaboratif, berkomuniasi. Dan karyawan akan memberikan effek dimana karyawan merasa merupakan bagian penting dari tim/perusahaan dan menjadi kunci bagi meningkatkan kepuasan kerja dan memotivasi karyawan.

3.17   PARTISIPASI DAN PENGEMBANGN KARYAWAN

Karyawan dilibatkan dalam suatu proyek dengan partisipasi aktif dan diberdayakan untuk mengambil tanggung jawab yang telah besar atas kinerja mereka sendiri, partisipasi dan pemberdayaan membuat karyawan lebih berkomitmen terhadap sasaran organsasi, karena mereka sendirilah yang membantu membentuknya.

Contoh program keterlibatan karyawan :       
a.       Manajemen partisipasif
Manajemen partisipasif merupakan suatu prosesi dimana para bawahan berbagi suatu tingkat kekuatan pembuatan keputusan yang signifikan dengan atasan-atasan langsung mereka, agar manajemen partisipasif bisa berjalan dengan baik, persoalan-persoalan diamanpun karyawan teribat harus relavan

b.      Model pegukuran Motivasi kerja
Karakteristik orang yang mempunyai motivasi perprestasi tinggi adalah  McClelland (Mangkunegara, 2005 : 68) yaitu :
1.      Memilki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi
2.      Berani mengambil risiko dan memikul risiko
3.      Memiliki tujan realistis
4.      Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuan untuk merealisasikan tujuan
5.      Memanfaatkan umpan baik yang konkret dalam semua kegiatan yang dilakukan
6.      Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah terporgramkan.

3.18   MEMBERIKAN VALUE TERHADAP KARYAWAN

Pemimpin sejati harus dapat melahirkan bintang-bintang baru dengan mengontribusi nilai (value) kepada karyawan dan organisasinya, seorang pemimpin akan dirasakan enfaatnya oleh orang lain bila ia mampu memberikan suatu manfaat bagi orang lain, manfaat itu yang terutama adalah memajukan orang lain
1.      Apresiasi
Beripujian terhadap hal-hal positif yang dilakukan karyaawan anda, Pujian kehangatan secara personal akan membangkitkan semangat karyawan.
Studi menunjukan bahwa pengakuan memiliki dampak positif pada kinerja, baik sendiri maupun dikombinasikan dengan penghargaan keuangan, menggabungkan penghargaan keuangan dengan nonkeuangan hampir dua kali lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan penghargaan tersebut secara terpisah, hasil studi atas pengakuan para responden menyatakan bahwa mereka sangat menghargai pengakuan sehari-hari dari penyetia rekan kerja maupun anggota tim lainnya

2.      Harapan dan Optimisme
Pemimpin yang bijak akan mewariskan perubahan dengan penuh semangat, harapan dan optimism bahwa hari esok akan lebih baik lagi.

3.      Berikan pengetahuan dan cara-cara baru
Berikan pengetahuan dan cara-cara baru kepada karyawan anda agar mereka dapat mengatasi masalah pekerjaannya dan bekerja ebih baiklagi jadikan kehadiran anda membantu karyawan lebh percaya diri

4.      Keteladanan
Sika panda yang rendah hati, kepemimpinan anda yang kuat dan tegas namun cool, bisa menjadi teladan yang baik, dan contoh yang baik bagi karyawan – karyawan anda.




BAB IV
 Kesimpulan

Jadilah seorang Entrepreneru Leadership yang memiliki modal-modal seperti point-point diatas, memiliki tujuan jelas untuk dicapai, bertanggung jawab, integritgas, keberanian dalam mengambil risiko, kesabaran, mendengarkan ide-ide atau gagasan orang lain, adil dalam memberikan pekerjaan atau upah terhadap bawahan, dan bisa menejahterakan orang banyak, bisa diandalkan, bisa bergaul, bisa membuat bawahan untuk loyal kepada kita dalam bekerja untuk mencapai tujuan bersama, berikanlah dia awards dengan hasil kinerja dia yang bagus, berikanlah dia apresiasi saat dia melakukan hal-hal baik, berikanlah dia motivasi untuk semangat kerjanya dan ajarkanlah dia untuk mencapai tujuan bersama, jelaskan secara detail apa maksud tujuan anda untuk perusahaan/organisasi anda ke arah yang lebih baik, lakukan lah bersama karyawan anda team anda, jangan hanya memerintah dan memberikan keputusan serta tanggung jawab anda kepada bawahan anda, bimbinglah bawahan anda untuk mencapai kesuksesan, sejahterakan dia dan sejahterakan keluarganya.



4.1  Daftar Putaka

Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi, Elexmedia, Komputindo, 2015, DR. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto ;

















       

Komentar